Visi Misi Rumah Tahfidz Baitul Arqom
A. Profil Singkat
Pondok Pesantren Baitul Arqom didirikan berdasarkan keputusan rapat pembentukan pada hari Senin, 24 April 2017 di Masjid Baitul Arqom Ketitang dengan nama awal Rumah Tahfidz Baitul Arqom. Saati ini Pondok Pesantren Baitul Arqom memiliki dua porgram pendidikan, program Santri Ma had dan program Santri Rumah Tahfidz Baitul Arqom. Program Rumah Tahfidz Baitul Arqom adalah program yang dirintis pertama kali sejak berdirinya Lembaga ini pada tahun 2017, dengan sistem pendidikan berbasis seperti TPQ hanya saja pembelajarannya dikhususkan untuk menghafal al-Quran. Jumlah santri saat ini sebanyak 150 santri dengan 9 pengajar/ustadz. Kegiatan utama dari program Rumah Tahfidz Baitul Arqom ini adalah menghafal Al-Quran yang dilakukan setiap hari senin-jumat dari jam 15.30-17.00, dengan rata-rata capaian hafalan saat ini juz 30, 29, 28 dan 27. Kemudian program Santri Ma had (pondok pesantren) adalah program pendidikan setara SMP/MTs yang kerjasama dengan MTs Muhammadiyah Tlangu, Ketitang yang berjarak kurang lebih 3 km dari Pondok Pesantren Baitul Arqom ke arah selatan. Program Santri Ma had (pondok pesantren) ini dirintis sejak tahun 2021 dengan santri angkatan pertama sebanyak 7 anak. Program Santri Ma had (pondok pesantren) saat ini terdiri dari empat angkatan dengan total 21 santri dari berbagai daerah, seperti Lombok, Yogyakarta, Solo, dan sekitaran Nogosari sendiri dengan total 4 ustadz pengajar yang juga bermukim di asrama. Kegiatan utama dari program Santri Ma had (pondok pesantren) adalah menghafal, pembelajaran diniyah dan umum, penguatan bahasa, keterampilan (public speaking) dan adab, serta pembekalan soft skil kewirausahaan.
B. VISI MISI dan TUJUAN
Visi
Menyiapkan Generasi Qurani Yang Bertauhid, Berakhlak, Beramal Salih, Mandiri Dan Bertanggung Jawab
Misi
1. Menginspirasi Kedekatan Dengan Al-Quran
2. Menyelenggarakan Program Akademik Dan Non Akademik Yang Membentuk Pribadi Qurani
3. Menyelenggarakan Program Life Skill Dan Leadership
Tujuan
Mewujudkan Generasi Islam Yang Sebenar-Benarnya
C. Kurikulum
Dalam Program Pesantren ini terbagi menjadi dua kurikulum ; pertama kurikulum nasional bekerjasama dengan MTs Muhammadiyah 03 Nogosari sebagai lembaga formalnya dan kedua, kurikulum Tahfidz dan Diniyah yang dihandle oleh Pondok Pesantren Baitul Arqom.
1. Kurikulum Diniyah
Kurikulum Diniyah Islamiyah adalah program pembelajaran agama untuk membekali santri agar memiliki paham agama yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah. Adapun materi dan rujukan yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Bahasa Arab : Nahwul Wadhih karya Dr. Ali al-Jarimi dan Dr Musthofa Amin, Kitab Jurumiyah karya Ibnu Ajurrumi, Kitab Tashrif karya Hasan bin Ahmad
b. Akidah : Durus Qowaid Diniyah Karya
c. Akhlaq : Akhlak lil banin, Kitab Talimul Mutaallim karya Imam Azarnuji
d. Fiqih : HPT (Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah), Safinatunnajah karya Salim bin Sumair al-Hadrami
e. Sirah : Nurul Yaqin fii Sirati Sayyidil Mursalin karya Syaikh Khudari Bek
f. Hadis : Hadis Miah, Hadis Arbain an-Nawawi karya Imam an-Nawawi
g. Kemuhammadiyahan
2. Tahfidz santri ma had
a. Tahsinul Qiroah
Tahsinul Qiroah adalah fase awal sebelum setiap santri mulai menghafalkan al-Quran. Tahsinul Qiroah merupakan kegiatan memperbaiki bacaan santri mulai dari Makhorijul huruf (tempat-tempat keluarnya huruf), shifatul huruf (sifat-sifat huruf), dan qowaidu at-Tajwiid (kaidah-kaidah tajwid), sehingga setiap santri diharapkan mampu memiliki bacaan yang sesuai standar. Setiap santri belum diperkenankan memasuki fase menghafal al-Quran sebelum benar-benar dianggap layak dari segi bacaannya.
Program Tahsinul Qiroah ini diharapkan dapat selesai dalam waktu 3 bulan pertama semenjak kegiatan belajar aktif, atau selambat-labatnya selesai dalam waktu 6 bulan dengan pendampingan yang intens. Bagi santri yang dianggap layak, dimungkinkan dapat mendapatkan sanad qiroah Imam Hafs an Ashim jalur Syathibiyah yang bersambung hingga Rasulullah saw.
b. Ziyadah / Setoran Hafalan
Ziyadah hafalan, adalah kegiatan menambah hafalan baru, hafalan yang sebelumnya belum pernah dihafalkan oleh setiap santri. Setiap santri ditargetkan mampu menghafal minimal 1 ½ halaman /hari. Sehingga selama 3 tahun, santri diharapkan dapat menyelesaikan hafalan quran 30 Juz.
c. Muroja'ah
Kewajiban yang sangat penting bagi setiap penghafal al-Quran adalah rajin memurojaah (mengulang) hafalannya. Santri dapat melakukan murojaah hafalan ini secara mandiri atapun meminta rekannya untuk menyimak. Metode pegulangan hafalan juga bisa dengan dua metode bil ghoib (tanpa melihat mushaf) dan bin nadzor (dengan melihat mushaf). Untuk hafalan quran yang masih baru, penggunaan dua metode ini harus seimbang.
Dalam program ini kami mewajibkan setiap santri agar memurojaah hafalan barunya secara mandiri, tidak boleh lebih dari dua jam setelah santri berhasil menghafalkan hafalan baru. Hal ini dilakukan secara terus menerus demi menjaga agar hafalan barunya semakin kuat dan melekat dalam ingatan.
Misal; si Fulan selesai dan telah menyetorkan hafalan barunya sebanyak 1 halaman pukul 06:00. Maka si Fulan tersebut wajib mengulang-ulang kembali halannya secara mandiri kurang lebih pukul 08:00. Dan ini dilakukan secara terus menerus selama sekurang-kurangnya 1 hari, agar hafalan tersebut semakin kuat.
d. Juziyah
Juziyah adalah program setor hafalan dalam sekali duduk. Program ini diwajibkan bagi setiap santri yang telah menyelesaikan hafalan satu juz, atapun setiap kelipatan lima juz. Santri belum diperkenankan melanjutkan ke juz berikutnya apabila belum menyetorkan satu juz dalam sekali duduk. Program juziyah ini juga dimaksudkan sebagai ikhtiar (usaha) agar santri memiliki hafalan yang kuat dan terpantau.
e. Tadarus
Tadarus atau kegiatan membaca al-Quran juga merupakan seuatu keharusan bagi penghafal Quran. Semakin sering penghafal quran mengkhatamkan bacaan Qurannya maka insyaAllah akan semakin mudah pula ayat demi ayat itu dihafalkan. Begitu pula sebaliknya, semakin jarang seseorang mengkhatamkan Quran, maka akan semakin susah ayat-ayat al-Quran itu dihafal karena ayat yang akan dihafal terkesan masih asing dalam pelafalan maupun ingatan.
Dalam program tahfidz ini selain pembiasaan dalam menghafalkan al-Quran, kami mewajibkan bagi setiap peserta untuk mengkhatamkan al-Quran agar menjadi kebiasaan. Setiap hari, minimal peserta mampu menyelesaikan bacaan qurannya (tadarus) sebanyak 2-3 juz/hari. Sehingga dalam satu bulan minimal khatam membaca al-Quran 2-3x. Jika bacaan peserta masih belum terlalu lancar, maka minimal bisa mengkhatamkan 1 juz/hari. Sehingga dalam satu bulan minimal khatam 1 kali.
f. Tahajud Murojaah
Salah satu amalan yang membantu menguatkan hafalan adalah sholat malam/tahajud. Dalam kegiatan Program tahfidz ini peserta diwajibkan untuk menunaikan sholat tahajud. Sholat tahajud pada Program Tahfidz ini dilaksanakan secara berjamaah dan dipimpin (diimami) oleh peserta dengan jadwal bergililr. Dalam setiap sholat tahajud, imam dianjurkan membaca surat/ayat-ayat yang sudah dihafalkan selama program tahfidz.
3. Kurikulum Nasional
Kurikulum ini sepenuhnya mengikuti sebagaimana yang ada di MTs Muhammadiyah 03 Nogosari. Akan tetapi materi yang disampaikan langsung kepada santri dan mendapat pendampingan yang intens hanya materi yang diujikan ditingkat nasional, seperti; Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Adapun selain materi tersebut akan diajarkan menggunakan modul materi esensi untuk setiap mapelnya, dan akan mendapatkan pendampingan belajar 1 bulan/ 2 minggu menjelang ujian (UTS/UAS/US). Dengan tujuan agar santri dapat lebih fokus menghafal al-Quran.